Jumat, 14 Januari 2011
Catatan Isenk
Undangan Pernikahanku
Rabu, 12 Januari 2011
Aku Suka Bersamanya
Beberapa momen yang paling aku suka ketika bersama My Love
Ah ya! Aku suka ketika bersama dia adalah, ketika duduk-duduk dia akan banyak bercerita, tentang apa saja, tentang masa lalunya, tentang teman2nya, tentang impian2nya, tentang masa depannya, ah ya! Dan aku suka wejangannya, bagaimana nasihat-nasihat dan saran2nya membuka pikiranku yang buntu
Aku lebih suka menemani dia belanja, daripada dia yang menemaniku belanja, lebih cepet, lebih ga bingung, hahahaha, andai aku bisa belanja kayak dia, pasti menyenangkan
Aku suka dia punya mimpi-mimpi yang banyak, tak seperti aku yang ditanya keinginan pun susah jawabnya, paling tidak, aku bisa dibawanya ke dalam mimpi-mimpinya, membuatku memiliki impian bersama, impian kita
Apapun itu, semoga saja, sampai nanti, kapanpun itu, aku selalu suka bersamanya, amin
Sudah :)
Undangan sudah mulai tersebar. persiapan sudah nyaris selesai. Dan seperti dugaanku, pertanyaan-pertanyaan yang dulu suka aku tanyakan kali ini datang menghampiriku.
“yakin bener, Ka?”, pertanyaan yang beberapa kali hadir, sisanya tak sama persis tapi mirip-mirip.
Dan ini template jawaban yang nyaris selalu aku sampaikan “Sudah disiapkan semuanya. Sudah sejauh ini. jauh lebih berat jika tidak dilanjutkan.”
Inti utamanya sih karena “sudah”. Sudah diputuskan. dan sudah diniatkan. Sekarang saatnya menjalani dan memperjuangkan. Semoga semuanya baik dan semakin baik. Semoga semuanya tak jauh dari apa yang kami harapkan dan bayangkan. Semoga.
Toh, apapun yang telah terjadi dan akan terjadi nanti pasti adalah yang terbaik buat kami. Hal yang telah digariskan oleh-Nya, Dzat Penguasa Kehidupan.
Dalam Pelukmu
Dalam pelukmu aku dapat terbang keawan dan ketika jatuh kebumi aku percaya kau akan menangkapku
Dalam pelukmu aku dapat pergi kesuatu tempat yang asing tanpa takut tersesat karena aku percaya kau akan membawaku pulang
Dalam pelukmu aku merasa hatiku tertinggal ketika melepaskan pelukmu sehingga akupun ingin memelukmu kembali
Dalam pelukmu air mataku mengalir begitu saja dan ketika melepaskan pelukmu akupun dapat tersenyum kembali
Dan tak lama lagi, aku akan berada di pelukmu,,,
Selamanya,,,,,,,,,,,,,,

kalimat ini telah tertimbun dalam otakku
aku menemukannya beberapa waktu yang lalu
tapi ku tetap ragu untuk mengucapkannya kembali
apakah kalimat ini masih pantas ku ucapkan
aku takut kau tertawa ketika aku membisikannya
tak seperti terdahulu kau tersenyum malu
aku takut kau ragu ketika aku mengucapkannya
tak seperti terdahulu kau membalasnya dengan ciuman mesra
aku tau ku tak pantas melakukannya
dan aku pun meyakinkan diriku
aku tau ku tak pantas mengucapkannya
tapi ijinkan aku menyampaikannya
aku tak peduli ini adalah terakhir kalinya
walau dengan suara lirih tak berdaya
aku memberanikan diri untuk mengatakan
" jangan tinggalkan aku karena aku sayang kamu "
Perjalanan Hidupku Yang Akan Datang
aku ikhlaskan perjalanan hidupku kepada Mu ya Tuhanku :)
karena aku takut apa yang menjadi pikiranku saat ini
akan menjadi kenyataan
karena aku takut apa yang menjadi pikiranku saat ini
bukanlah yang terbaik menurutku
karena aku takut apa yang menjadi pikiranku saat ini
hanya keinginaku sesaat bukan apa yang aku butuhkan
Ya Allah,
Aku ikhlaskan perjalanan hidupku padaMu
Berilah aku jalan yang lurus, jalan yang Kau Ridhoi
Stress Pra Nikah
Aku merasa bersalah setiap kali pemikiran untuk mundur itu berkelebat. Sebulan sebelum menikah, tapi pikiran untuk mundur malah makin merajalela. Apakah aku salah? Ketakutanku akan pernikahan terbukti sudah, masalah tidak akan bertambah sederhana tapi sebaliknya, semakin rumit.
Coba kugambarkan perasaanku sekarang:
-galau
-stuck
-gelisah
-takut
-bingung
-kosong
Bayang-bayang indah tentang pernikahan mendadak lenyap. Aku bahkan lupa motif awal kenapa aku ingin menikah. Semua jadi kabur, bingung dan pusing. Oh iya, apalagi kalo mengingat aku tidak bisa memasak, “anak gadis macam mana pula itu”… Argggghhh… what a big trouble…
Dulu kan aku mencari pasangan yang bisa menerimaku apa adanya, bukan keluarga pasangan yang bisa menerima apa adanya. Capek banget kalo sampe harus menyeleksi keluarga kan? Hiks… Apa mereka bisa menerimaku yang “macam mana” ini.
Aku sering disebut si trouble maker. Rasanya ga salah-salah banget sebutan itu, buktinya sekarang, di usia begini masih saja memikirkan hal-hal sepele, kata mereka. Tapi bagiku, masa sih itu dibilang sepele? Atau aku sedang mengalami strees pra nikah?
But, thanks God,,, Aku dianugrahi lelaki yang kuat untuk mendampingiku,, Tak henti2nya dia menyemangati, menemani dan membuatku tenang selalu. Kadang di saat stress ini mulai memuncak, aku langsung sms atau telfon dia. Dengan sikap yang sangat dewasa dia pasti dapat membuatku calm down lagi... Love to you babe :)
Sabtu, 01 Januari 2011
Jumat, 14 Januari 2011
Catatan Isenk
Undangan Pernikahanku
Rabu, 12 Januari 2011
Aku Suka Bersamanya
Beberapa momen yang paling aku suka ketika bersama My Love
Ah ya! Aku suka ketika bersama dia adalah, ketika duduk-duduk dia akan banyak bercerita, tentang apa saja, tentang masa lalunya, tentang teman2nya, tentang impian2nya, tentang masa depannya, ah ya! Dan aku suka wejangannya, bagaimana nasihat-nasihat dan saran2nya membuka pikiranku yang buntu
Aku lebih suka menemani dia belanja, daripada dia yang menemaniku belanja, lebih cepet, lebih ga bingung, hahahaha, andai aku bisa belanja kayak dia, pasti menyenangkan
Aku suka dia punya mimpi-mimpi yang banyak, tak seperti aku yang ditanya keinginan pun susah jawabnya, paling tidak, aku bisa dibawanya ke dalam mimpi-mimpinya, membuatku memiliki impian bersama, impian kita
Apapun itu, semoga saja, sampai nanti, kapanpun itu, aku selalu suka bersamanya, amin
Sudah :)
Undangan sudah mulai tersebar. persiapan sudah nyaris selesai. Dan seperti dugaanku, pertanyaan-pertanyaan yang dulu suka aku tanyakan kali ini datang menghampiriku.
“yakin bener, Ka?”, pertanyaan yang beberapa kali hadir, sisanya tak sama persis tapi mirip-mirip.
Dan ini template jawaban yang nyaris selalu aku sampaikan “Sudah disiapkan semuanya. Sudah sejauh ini. jauh lebih berat jika tidak dilanjutkan.”
Inti utamanya sih karena “sudah”. Sudah diputuskan. dan sudah diniatkan. Sekarang saatnya menjalani dan memperjuangkan. Semoga semuanya baik dan semakin baik. Semoga semuanya tak jauh dari apa yang kami harapkan dan bayangkan. Semoga.
Toh, apapun yang telah terjadi dan akan terjadi nanti pasti adalah yang terbaik buat kami. Hal yang telah digariskan oleh-Nya, Dzat Penguasa Kehidupan.
Dalam Pelukmu
Dalam pelukmu aku dapat terbang keawan dan ketika jatuh kebumi aku percaya kau akan menangkapku
Dalam pelukmu aku dapat pergi kesuatu tempat yang asing tanpa takut tersesat karena aku percaya kau akan membawaku pulang
Dalam pelukmu aku merasa hatiku tertinggal ketika melepaskan pelukmu sehingga akupun ingin memelukmu kembali
Dalam pelukmu air mataku mengalir begitu saja dan ketika melepaskan pelukmu akupun dapat tersenyum kembali
Dan tak lama lagi, aku akan berada di pelukmu,,,
Selamanya,,,,,,,,,,,,,,

kalimat ini telah tertimbun dalam otakku
aku menemukannya beberapa waktu yang lalu
tapi ku tetap ragu untuk mengucapkannya kembali
apakah kalimat ini masih pantas ku ucapkan
aku takut kau tertawa ketika aku membisikannya
tak seperti terdahulu kau tersenyum malu
aku takut kau ragu ketika aku mengucapkannya
tak seperti terdahulu kau membalasnya dengan ciuman mesra
aku tau ku tak pantas melakukannya
dan aku pun meyakinkan diriku
aku tau ku tak pantas mengucapkannya
tapi ijinkan aku menyampaikannya
aku tak peduli ini adalah terakhir kalinya
walau dengan suara lirih tak berdaya
aku memberanikan diri untuk mengatakan
" jangan tinggalkan aku karena aku sayang kamu "
Perjalanan Hidupku Yang Akan Datang
aku ikhlaskan perjalanan hidupku kepada Mu ya Tuhanku :)
karena aku takut apa yang menjadi pikiranku saat ini
akan menjadi kenyataan
karena aku takut apa yang menjadi pikiranku saat ini
bukanlah yang terbaik menurutku
karena aku takut apa yang menjadi pikiranku saat ini
hanya keinginaku sesaat bukan apa yang aku butuhkan
Ya Allah,
Aku ikhlaskan perjalanan hidupku padaMu
Berilah aku jalan yang lurus, jalan yang Kau Ridhoi
Stress Pra Nikah
Aku merasa bersalah setiap kali pemikiran untuk mundur itu berkelebat. Sebulan sebelum menikah, tapi pikiran untuk mundur malah makin merajalela. Apakah aku salah? Ketakutanku akan pernikahan terbukti sudah, masalah tidak akan bertambah sederhana tapi sebaliknya, semakin rumit.
Coba kugambarkan perasaanku sekarang:
-galau
-stuck
-gelisah
-takut
-bingung
-kosong
Bayang-bayang indah tentang pernikahan mendadak lenyap. Aku bahkan lupa motif awal kenapa aku ingin menikah. Semua jadi kabur, bingung dan pusing. Oh iya, apalagi kalo mengingat aku tidak bisa memasak, “anak gadis macam mana pula itu”… Argggghhh… what a big trouble…
Dulu kan aku mencari pasangan yang bisa menerimaku apa adanya, bukan keluarga pasangan yang bisa menerima apa adanya. Capek banget kalo sampe harus menyeleksi keluarga kan? Hiks… Apa mereka bisa menerimaku yang “macam mana” ini.
Aku sering disebut si trouble maker. Rasanya ga salah-salah banget sebutan itu, buktinya sekarang, di usia begini masih saja memikirkan hal-hal sepele, kata mereka. Tapi bagiku, masa sih itu dibilang sepele? Atau aku sedang mengalami strees pra nikah?
But, thanks God,,, Aku dianugrahi lelaki yang kuat untuk mendampingiku,, Tak henti2nya dia menyemangati, menemani dan membuatku tenang selalu. Kadang di saat stress ini mulai memuncak, aku langsung sms atau telfon dia. Dengan sikap yang sangat dewasa dia pasti dapat membuatku calm down lagi... Love to you babe :)