aQ masih saja menunggu seseorang...
Seseorang yang aQ yakini akan segera datang...
Dengan membawa yang pasti akan aQ kenakan...
aQ masih saja merindukan seseorang...
Seseorang yang akan aQ ajak berdiskusi tentang kehidupan...
Yang tidak hanya mengajakQ bercinta,
hingga sampai nirwana...
aQ masih saja menunggu,,, Merindu seseorang...
Yang bisa aQ ajak bergerak... Bersama..
Merangkai hidup....
Membangun peradaban...
Jauh,,, Hingga ke masa depan nanti...
Jumat, 08 Januari 2010
Pria Sederhana Itu
Sederhana saja,,,
Dia bilang dia mencintaiQ,,, Semalam...
Matanya teduh melihatQ,,,
Menunggu jawaban dariQ...
Tanpa sadar aQ melihatnya,,,
Melihat matanya lebih dalam,,,
Sesuatu yang belum pernah aQ lakukan sebelumnya,,
Karena menatap wajahnya saja biasanya aQ tidak berani,,,
Ia menatapQ dengan matanya yang sederhana juga,,,
Tersenyum menunggu jawaban atas hatiQ....
aQ belum berani mencintai setelah dulu pernah dikhianati seorang kekasih....
Tapi mata itu mengajakQ menyelami lebih pada kedalamannya,,
Seolah bertanya akankah dia melakukan hal yang sama seperti kekasihQ terdahulu...
Dan akhirnya senyum itu terbalas juga....
Oleh senyumQ....
Dia bilang dia mencintaiQ,,, Semalam...
Matanya teduh melihatQ,,,
Menunggu jawaban dariQ...
Tanpa sadar aQ melihatnya,,,
Melihat matanya lebih dalam,,,
Sesuatu yang belum pernah aQ lakukan sebelumnya,,
Karena menatap wajahnya saja biasanya aQ tidak berani,,,
Ia menatapQ dengan matanya yang sederhana juga,,,
Tersenyum menunggu jawaban atas hatiQ....
aQ belum berani mencintai setelah dulu pernah dikhianati seorang kekasih....
Tapi mata itu mengajakQ menyelami lebih pada kedalamannya,,
Seolah bertanya akankah dia melakukan hal yang sama seperti kekasihQ terdahulu...
Dan akhirnya senyum itu terbalas juga....
Oleh senyumQ....
aQ Diciptakan Sebagai Pengimajinasi
aQ tidak tahu ingin menulis apa? Karena yang akan tertulis nantinya terselip diantara harapan dan mimpi...
Apakah harapan itu akan tetap menjadi mimpi, atau mimpi yang terselubung sebuah harapan yang besar.
Tetaplah omong kosong jika belum dapat dikatakan nyata.
Mungkin ada pendapat lain yang mengatakan sesuatu dimulai dari sebuah usaha dan harapan... Tapi itu sudah aQ mulai sejak lama.
Namun yang aQ dapat sekarang hanyalah kejenuhan.
Jenuh untuk membaca isi hatiQ sendiri, jenuh untuk berpikir, dan jenuh untuk menulis apa yang aQ pikir.
Jika hanya itu, mungkin memang lebih baik aQ pergi dari dunia imajinasi ini.
Meski aQ sendiri tidak tahu dari mana asal semua ini...
Namun, jika ini adalah sesuatu yang tidak bisa aQ tolak, tak ada gunanya juga aQ menghindar...
Sebuah penyangkalan adalah mustahil..
Bahwa aQ diciptakan sebagai manusia yang suka berimajinasi!!!
Apakah harapan itu akan tetap menjadi mimpi, atau mimpi yang terselubung sebuah harapan yang besar.
Tetaplah omong kosong jika belum dapat dikatakan nyata.
Mungkin ada pendapat lain yang mengatakan sesuatu dimulai dari sebuah usaha dan harapan... Tapi itu sudah aQ mulai sejak lama.
Namun yang aQ dapat sekarang hanyalah kejenuhan.
Jenuh untuk membaca isi hatiQ sendiri, jenuh untuk berpikir, dan jenuh untuk menulis apa yang aQ pikir.
Jika hanya itu, mungkin memang lebih baik aQ pergi dari dunia imajinasi ini.
Meski aQ sendiri tidak tahu dari mana asal semua ini...
Namun, jika ini adalah sesuatu yang tidak bisa aQ tolak, tak ada gunanya juga aQ menghindar...
Sebuah penyangkalan adalah mustahil..
Bahwa aQ diciptakan sebagai manusia yang suka berimajinasi!!!
Make Life Slow And Show Must Go On
Kapankah akan datang saat itu?
Dimana aQ tidak perlu lagi risau akan segala hal yang berhubungan dengan masa depanQ.
Tentunya itu akan hadir disaat aQ sudah mengerti,
bahwa tidak ada yang perlu aQ risaukan dari hidup yang telah diaturNya.
Itu bisa terjadi nanti, yang tidak aQ ketahui kapan,
atau bahkan mungkin dimulai detik ini...
Asal saja aQ telah paham, bahwa hidup jangan dijadikan beban.
Make life slow and show must go on...
Dimana aQ tidak perlu lagi risau akan segala hal yang berhubungan dengan masa depanQ.
Tentunya itu akan hadir disaat aQ sudah mengerti,
bahwa tidak ada yang perlu aQ risaukan dari hidup yang telah diaturNya.
Itu bisa terjadi nanti, yang tidak aQ ketahui kapan,
atau bahkan mungkin dimulai detik ini...
Asal saja aQ telah paham, bahwa hidup jangan dijadikan beban.
Make life slow and show must go on...
Sajak Abstrak
Pergi jauh berkelana, karena benci dengan menetap.
Hilang tanpa jejak, karena misteri itu indah.
Selalu mencaci, karena hidup bagai serapah.
Pencarian tanpa ujung, karena terselubung gelap.
Hati rapuh dan merana, segala sendi kaku terperangkap.
Malang nian takdir terkuak, apa daya itu yang dinisbah.
Akhirnya pergi, bersama puing hati yang menjadi sampah.
Meski tetap berjuang, dengan mengkais sisa asa untuk menderap.
Nalar yang berjalan cepat, tak sebanding dengan apa yang terlihat.
Karena semua yang melihat, merasa diri paling bermartabat.
Akhirnya menjadi serba takut, dalam hidup yang kau buat kalut.
Hanya bisa berkutat, dengan apa yang diharuskan menjadi tabiat.
Hilang tanpa jejak, karena misteri itu indah.
Selalu mencaci, karena hidup bagai serapah.
Pencarian tanpa ujung, karena terselubung gelap.
Hati rapuh dan merana, segala sendi kaku terperangkap.
Malang nian takdir terkuak, apa daya itu yang dinisbah.
Akhirnya pergi, bersama puing hati yang menjadi sampah.
Meski tetap berjuang, dengan mengkais sisa asa untuk menderap.
Nalar yang berjalan cepat, tak sebanding dengan apa yang terlihat.
Karena semua yang melihat, merasa diri paling bermartabat.
Akhirnya menjadi serba takut, dalam hidup yang kau buat kalut.
Hanya bisa berkutat, dengan apa yang diharuskan menjadi tabiat.
Kata - Kata Yang aQ Nyanyikan Dengan Terbata - Bata
Wahai sobat, dengarkanlah syair kata-kata yang kunyanyikan dengan terbata-bata.
Bukan untuk mengumbar kata demi karya, tapi hanyalah daya dari aQ yang nestapa.
aQ memang tak pandai memainkan nada, tapi rasa yang membuat aQ bisa.
Tak perduli kalian bilang aQ gila, karena nanti juga kan sirna apa yang kalian hina…
Setelah tahu yang pantas dipuja adalah yang tak mengiba terhadap duka.
Sebenarnya aQ risih untuk bercerita tentang apa yang membuat aQ tersisih.
Karena ini hanya masalah situasi yang belum menerima kenyataan yang pasti.
Bahwa apa adanya aQ adalah pasti apa yang ada dalam pikiranQ sendiri.
Percuma kalian berisik jika hanya mencaci aQ yang memang pasti begini.
Tak ada guna berselisih karena kau, aQ dan kita pasti mati.
Wahai sobat, mungkin apa yang aQ rasa juga sama dengan yang kalian rasa.
Karena raga kita sama-sama muda dan pernah galau untuk mengartikan dunia.
Tapi yang utama adalah bagaimana cara kita menyimpan asa, yang dapat menjadi usaha untuk kita berjaya.
Jangan pedulikan makna maya dari dunia kita, yang lebih mengutamakan kasta ataupun harta.
Bahkan cinta dapat menjadi tipu daya demi puaskan dahaga durjana.
Tetaplah yakin sobat, agama yang utama.
Syair ini hanyalah apa yang aQ rasa di dalam hati,
aQ tulis sendiri agar dapat menemukan arti.
Sekali lagi… Janganlah kalian mencaci.
aQ bernyanyi hanya untuk menghibur diri.
Diri sendiri yang sedang mencari jati diri.
Semoga nurani dapat menghayati apa yang hakiki.
Bukan untuk mengumbar kata demi karya, tapi hanyalah daya dari aQ yang nestapa.
aQ memang tak pandai memainkan nada, tapi rasa yang membuat aQ bisa.
Tak perduli kalian bilang aQ gila, karena nanti juga kan sirna apa yang kalian hina…
Setelah tahu yang pantas dipuja adalah yang tak mengiba terhadap duka.
Sebenarnya aQ risih untuk bercerita tentang apa yang membuat aQ tersisih.
Karena ini hanya masalah situasi yang belum menerima kenyataan yang pasti.
Bahwa apa adanya aQ adalah pasti apa yang ada dalam pikiranQ sendiri.
Percuma kalian berisik jika hanya mencaci aQ yang memang pasti begini.
Tak ada guna berselisih karena kau, aQ dan kita pasti mati.
Wahai sobat, mungkin apa yang aQ rasa juga sama dengan yang kalian rasa.
Karena raga kita sama-sama muda dan pernah galau untuk mengartikan dunia.
Tapi yang utama adalah bagaimana cara kita menyimpan asa, yang dapat menjadi usaha untuk kita berjaya.
Jangan pedulikan makna maya dari dunia kita, yang lebih mengutamakan kasta ataupun harta.
Bahkan cinta dapat menjadi tipu daya demi puaskan dahaga durjana.
Tetaplah yakin sobat, agama yang utama.
Syair ini hanyalah apa yang aQ rasa di dalam hati,
aQ tulis sendiri agar dapat menemukan arti.
Sekali lagi… Janganlah kalian mencaci.
aQ bernyanyi hanya untuk menghibur diri.
Diri sendiri yang sedang mencari jati diri.
Semoga nurani dapat menghayati apa yang hakiki.
Tak Terkira...Tak Ada Yang Mengira
Tak terkira banyaknya kawan berbudi yang pergi,
bahkan cintaQ mati karena tak sanggup menderita dalam sunyi.
Mereka tak sudi dengan aQ yang begini,
penuh teka-teki yang terkadang aQ sendiri sulit memahami.
Lalu aQ berpikir...
Kenapa takdir menggiringQ secara pandir???
Hingga menyendiri untuk mencari jati diri secara getir.
Pantaslah jika hidupQ kini bagai kisah roman satir.
Tak ada yang mengira, aQ yang begini punya ilusi tingkat tinggi.
Di urat nadi mengalir darah sang pengimajinasi.
Lalu... Kalian pikir aQ senang begini???
Terus bermimpi dan menjadi manusia yang tak pasti???
Teka-teki ini tidak boleh terus menjadi misteri,
karena takdir bukanlah untuk diratapi.
Orang yang punya banyak mimpi bukanlah manusia pandir!!
Karena dari mimpilah cita-cita besar itu akan hadir!!!
bahkan cintaQ mati karena tak sanggup menderita dalam sunyi.
Mereka tak sudi dengan aQ yang begini,
penuh teka-teki yang terkadang aQ sendiri sulit memahami.
Lalu aQ berpikir...
Kenapa takdir menggiringQ secara pandir???
Hingga menyendiri untuk mencari jati diri secara getir.
Pantaslah jika hidupQ kini bagai kisah roman satir.
Tak ada yang mengira, aQ yang begini punya ilusi tingkat tinggi.
Di urat nadi mengalir darah sang pengimajinasi.
Lalu... Kalian pikir aQ senang begini???
Terus bermimpi dan menjadi manusia yang tak pasti???
Teka-teki ini tidak boleh terus menjadi misteri,
karena takdir bukanlah untuk diratapi.
Orang yang punya banyak mimpi bukanlah manusia pandir!!
Karena dari mimpilah cita-cita besar itu akan hadir!!!
Meski Beda Rupa, Kasta Dan Agama
Kalian hanya membaca apa yang kalian raba dari muka...
Tapi sesungguhnya kalian buta untuk merasa pakai jiwa.
Segalanya asal terka, agar tercapai niat untuk mencerca,
bohong belaka untuk mencari fakta dalam nyata,
karena niat utama kalian tidak lebih untuk menghina.
Ada saja yang kalian cari supaya beda,
entah dari rupa, kasta, atau agama.
Yang akhirnya norma
kalian buat dengan segala rupa yang kalian bisa.
Yang beda dianggap tercela, lantas kalian mengumbar dusta biang cela.
Semakin lama keadaan ini semakin menganga,
kalian menggila di awang-awang dengan norma yang sebenarnya dosa yang kalian puja.
aQ bukan siapa-siapa dan tidak berasal dari mana-mana....
Tapi mataQ punya rasa untuk melihat mana yang pantas menjadi kawan.
Kawan yang tak peduli akan beda karena merasa semua sama.
Meski beda rupa, kasta dan agama, tapi itu bukan dosa.
Karena kita tetap manusia milikNya jua.
Tapi sesungguhnya kalian buta untuk merasa pakai jiwa.
Segalanya asal terka, agar tercapai niat untuk mencerca,
bohong belaka untuk mencari fakta dalam nyata,
karena niat utama kalian tidak lebih untuk menghina.
Ada saja yang kalian cari supaya beda,
entah dari rupa, kasta, atau agama.
Yang akhirnya norma
kalian buat dengan segala rupa yang kalian bisa.
Yang beda dianggap tercela, lantas kalian mengumbar dusta biang cela.
Semakin lama keadaan ini semakin menganga,
kalian menggila di awang-awang dengan norma yang sebenarnya dosa yang kalian puja.
aQ bukan siapa-siapa dan tidak berasal dari mana-mana....
Tapi mataQ punya rasa untuk melihat mana yang pantas menjadi kawan.
Kawan yang tak peduli akan beda karena merasa semua sama.
Meski beda rupa, kasta dan agama, tapi itu bukan dosa.
Karena kita tetap manusia milikNya jua.
Yang Bingung Ketika Menjalani Hidup
Banyak yang bingung ketika menjalani hidupnya.
Pagi mengangguk, sore menggeleng...
Maju-mundur sikap dan perilakunya.
Penuh keraguan tekadnya.
Jika berani, karena lupa.
Jika takut, karena tidak punya pegangan.
Kepercayaanya hanya pada otak,
tetapi perasaanya gersang.
Sebab kehilangan kiblat,
kemudian memaki sekenanya,
marah-marah sebisanya.
Pagi mengangguk, sore menggeleng...
Maju-mundur sikap dan perilakunya.
Penuh keraguan tekadnya.
Jika berani, karena lupa.
Jika takut, karena tidak punya pegangan.
Kepercayaanya hanya pada otak,
tetapi perasaanya gersang.
Sebab kehilangan kiblat,
kemudian memaki sekenanya,
marah-marah sebisanya.
Memang Mudah Kalau Hanya Memaki
Memang mudah kalau hanya memaki, mengumbar amarah, merasa benar sendiri, berpegang kepada akal tanpa memikirkan rasa.
Memang enak kalau hanya bicara untuk berbuat baik, yang sebenarnya tidak mudah.
Karena itu, jangan mudah mengobral kata.
Ingat, diri sendiri bisa menjadi korban jika keliru ucapan dan tindakan.
Untuk itu, tidak ada lagi asal buka mulut berdasarkan pikiran yang asal bertaut.
Hanya akan berakhir dengan jalan hidup yang terantuk-antuk
Masuklah ke dalam perasaanmu yang akan memimpin perjalanan menemukan yang sejati.
Memang enak kalau hanya bicara untuk berbuat baik, yang sebenarnya tidak mudah.
Karena itu, jangan mudah mengobral kata.
Ingat, diri sendiri bisa menjadi korban jika keliru ucapan dan tindakan.
Untuk itu, tidak ada lagi asal buka mulut berdasarkan pikiran yang asal bertaut.
Hanya akan berakhir dengan jalan hidup yang terantuk-antuk
Masuklah ke dalam perasaanmu yang akan memimpin perjalanan menemukan yang sejati.
Hanya Kau Yang Tahu Siapa Dan Bagaimana Dirimu
Hanya kau yang tahu siapa dan bagaimana dirimu.
Meski mereka mencaci seakan kamu adalah dungu.
Untuk apa terbelenggu dendam karena prasangka mereka yang semu?
Bukankah kemenangan bagi yang benar tak perlu diragu?
Wajar mereka terus berceloteh, karena mereka memang tak gagu.
Jika cercaan palsu itu tertuju kepadamu secara tak jemu,
Anggaplah angin lalu, tak perlu malu dan ragu untuk maju.
Ini bukan tulisan menggurui untuk memenangkan diri selalu.
Tapi ungkapan pembelaan bagi kita yang selalu dianggap tak perlu.
Namun tulisan ini memang hanya akan dianggap palsu dan berlalu,
jika hati kita ternyata memang sekeras batu,
yang sebenarnya memang dungu dan tak pantas membela diri yang palsu.
Namun jika sedikit saja bermakna di hatimu, berarti kata kita sama dalam kalbu.
Lihatlah juga, masih ada diantara kita yang kaku dan tak berani berseru,
jadi tak menentu dalam sikap dan dipermainkan waktu.
Untuk itu, jika dulu masih menyikapi hidup dengan galau, marilah sekarang bersama-sama memaknai hidup dengan jiwa yang baru.
Meski mereka mencaci seakan kamu adalah dungu.
Untuk apa terbelenggu dendam karena prasangka mereka yang semu?
Bukankah kemenangan bagi yang benar tak perlu diragu?
Wajar mereka terus berceloteh, karena mereka memang tak gagu.
Jika cercaan palsu itu tertuju kepadamu secara tak jemu,
Anggaplah angin lalu, tak perlu malu dan ragu untuk maju.
Ini bukan tulisan menggurui untuk memenangkan diri selalu.
Tapi ungkapan pembelaan bagi kita yang selalu dianggap tak perlu.
Namun tulisan ini memang hanya akan dianggap palsu dan berlalu,
jika hati kita ternyata memang sekeras batu,
yang sebenarnya memang dungu dan tak pantas membela diri yang palsu.
Namun jika sedikit saja bermakna di hatimu, berarti kata kita sama dalam kalbu.
Lihatlah juga, masih ada diantara kita yang kaku dan tak berani berseru,
jadi tak menentu dalam sikap dan dipermainkan waktu.
Untuk itu, jika dulu masih menyikapi hidup dengan galau, marilah sekarang bersama-sama memaknai hidup dengan jiwa yang baru.
Satu Titik
Dirimu memang hanya sekedar satu titik di dalam proses perubahan hidupQ, tetapi dirimu merupakan awal dari proses perubahan besar tersebut.
Hanya dengan orang yang tepat perubahan yang akan terjadi dapat berarti. Lantas hanya dengan perubahan yang demikianlah pastinya akan ada kehidupan yang bahagia.
Selanjutnya semoga aQ tinggal tersenyum melewati semuanya.
Inilah sebuah proses yang masih harus aQ lalui. Proses yang mungkin panjang atau singkat, tergantung kapan hadir kematangan jiwaQ.
Sebab sebenarnya dipundakQ sendiri Tuhan telah menitipkan nasibQ.
Tapi dari kenyataan yang aQ alami hingga sekarang, semuanya memang hanya drama yang harus aQ mainkan. Gonjang-ganjing kehidupan yang aQ alami berulang-ulang, sesungguhnya berasal dari satu skenario.
Tanpa mengubah skenario tersebut, sudah tentu aQ kembali memainkan cerita yang sama, kemudian kembali terpuruk. Disinilah kesalahan. aQ tidak belajar dari pengalaman, baik pengalamanQ atau orang lain.
Sebenarnya Tuhan tidak akan mengubah nasib jika hambaNya tidak mau berusaha mengubah nasibnya tersebut. Tiap perubahan tidak mungkin sekali jadi, tapi perubahan yang berjalan lambat juga dapat merugikan kita sebagai manusia. Karena itu harus ada evaluasi pada setiap langkah yang kita tapaki, bahkan sebelum kita melangkah.
Dan apabila kurang puas dengan perubahan yang sudah terjadi, harus ada upaya agar tidak tetap terpuruk dalam keadaan.
Memang inilah resiko hidup, yang terbaik belum tentu dapat tercapai. Masih ada interaksi nilai dan kepentingan yang menghasilkan norma yang harus disepakati.
Namun dibalik semua itu, tetap hak kita untuk berprilaku sesuai dengan jati diri kita. Karena aQ adalah aQ.
Hanya dari kedalaman jurang kejatuhan, aQ dapat melihat puncak kekuasaan.
Selalu berikan yang terbaik dan jangan putus asa.
Memang akan selalu ada yang membencimu, tapi mereka hanya akan menang apabila kita juga membencinya.
Dan dengan begitu kita hanya akan mengancurkan diri kita sendiri.
aQ akan berusaha sebaik mungkin dengan daya yang aQ bisa
Hanya dengan orang yang tepat perubahan yang akan terjadi dapat berarti. Lantas hanya dengan perubahan yang demikianlah pastinya akan ada kehidupan yang bahagia.
Selanjutnya semoga aQ tinggal tersenyum melewati semuanya.
Inilah sebuah proses yang masih harus aQ lalui. Proses yang mungkin panjang atau singkat, tergantung kapan hadir kematangan jiwaQ.
Sebab sebenarnya dipundakQ sendiri Tuhan telah menitipkan nasibQ.
Tapi dari kenyataan yang aQ alami hingga sekarang, semuanya memang hanya drama yang harus aQ mainkan. Gonjang-ganjing kehidupan yang aQ alami berulang-ulang, sesungguhnya berasal dari satu skenario.
Tanpa mengubah skenario tersebut, sudah tentu aQ kembali memainkan cerita yang sama, kemudian kembali terpuruk. Disinilah kesalahan. aQ tidak belajar dari pengalaman, baik pengalamanQ atau orang lain.
Sebenarnya Tuhan tidak akan mengubah nasib jika hambaNya tidak mau berusaha mengubah nasibnya tersebut. Tiap perubahan tidak mungkin sekali jadi, tapi perubahan yang berjalan lambat juga dapat merugikan kita sebagai manusia. Karena itu harus ada evaluasi pada setiap langkah yang kita tapaki, bahkan sebelum kita melangkah.
Dan apabila kurang puas dengan perubahan yang sudah terjadi, harus ada upaya agar tidak tetap terpuruk dalam keadaan.
Memang inilah resiko hidup, yang terbaik belum tentu dapat tercapai. Masih ada interaksi nilai dan kepentingan yang menghasilkan norma yang harus disepakati.
Namun dibalik semua itu, tetap hak kita untuk berprilaku sesuai dengan jati diri kita. Karena aQ adalah aQ.
Hanya dari kedalaman jurang kejatuhan, aQ dapat melihat puncak kekuasaan.
Selalu berikan yang terbaik dan jangan putus asa.
Memang akan selalu ada yang membencimu, tapi mereka hanya akan menang apabila kita juga membencinya.
Dan dengan begitu kita hanya akan mengancurkan diri kita sendiri.
aQ akan berusaha sebaik mungkin dengan daya yang aQ bisa
Apa Yang Dikatakan Manusia Lain Di Atas Pemakaman Kita Nanti????
Orang yang terdorong untuk meraih prestasi selalu mencari jalan untuk menemukan sukses tersebut. Bagi kebanyakan orang, yang dimaksudkan adalah uang. Mereka sering mengatakan bahwa uang begitu penting, raja dunia.
Sebenarnya berlimpah uang atau keberhasilan di dunia itu, hanyalah sukses yang belum tuntas. Sebab coba kita renungkan kalimat ini...
" Apa yang dikatakan manusia lain di atas pemakaman kita nanti, adalah saat kita akan menemukan jawaban, apakah selama di dunia kita telah benar-benar sukses atau tidak sama sekali".
Bukan hanya kemasyuran, prestasi, uang yang menjadi dinding yang paling tepat untuk kita bersandar semasa hidup... Karena kita pasti akan kembali pada Allah yang satu.
Sebenarnya berlimpah uang atau keberhasilan di dunia itu, hanyalah sukses yang belum tuntas. Sebab coba kita renungkan kalimat ini...
" Apa yang dikatakan manusia lain di atas pemakaman kita nanti, adalah saat kita akan menemukan jawaban, apakah selama di dunia kita telah benar-benar sukses atau tidak sama sekali".
Bukan hanya kemasyuran, prestasi, uang yang menjadi dinding yang paling tepat untuk kita bersandar semasa hidup... Karena kita pasti akan kembali pada Allah yang satu.
Selalu Membidik, Tapi Enggan Menembak!!!
Begitu banyak orang yang terperosok pada kesibukan sehari-hari. Merasa bahwa dirinya telah bekerja keras, namun sebenarnya, "tidak kemana-mana". Adalah bahwa dia yang tidak memiliki tujuan yang jelas, hendak akan pergi kemana...
Baginya yang terpenting adalah menghabiskan hari-hari dengan mengisi waktu atau melaksanakan sesuatu. Kadang dia mengatakan "tidak ada lagi harapan buat yang lain"...
Padahal masih banyak tindakan yang bisa dilakukan agar segalanya jadi lebih jelas dan baik. Tetapi dia tidak mau melakukannya, bahkan untuk memikirkannya pun enggan, apalagi tindakan nyata.
Ia lebih suka menunggu nasib baik yang akan datang padanya tiba-tiba, sambil berdoa tanpa berusaha dan melakukan evaluasi.
Kesempatan baginya seperti 'mimpi', ia tidak mau melakukan apa-apa sebelum orang lain melakukan tawaran dan janji, bahkan tidak pernah mencari peluang itu.
Sehari-hari yang dilakukannya adalah menyesali nasib, bukannya memikirkan tindakan apa yang harus diperbuat.
Jika ditanya, ia menjawab "saya sudah berusaha"... Padahal kerjanya hanya berleha-leha, nongkrong, bersantai, dengerin musik, ngelamun...
Itu semua terjadi karena ketiadaan visi dan keyakinan diri. Tidak ada tujuan yang jelas. Ia menutup suara hatinya sendiri untuk bangkit dan maju. Sedangkan suara hati tetap tidak akan mati, karena itu adalah energi dan karunia Ilahi.
Tetapi mengapa karunia itu tidak mau didayakan? Malah disimpan rapat-rapat di dasar hati.
Ia selalu membidik, tapi enggan menembak. Disisi lain, suara hatinya akan terus berteriak, semakin ditahan semakin sakit di dada. Dorongan energi untuk bangkit itu akan terus mencari jalan keluar, siapapun mencoba merintangi tidak akan tahan. Itu berasal dari Ilahi.
Apabila terus saja ditahan di dada, akan berubah menjadi dorongan yang mendesak hati. Apabila masih ditahan juga maka akan mendesak jantung. Masih ditahan juga, maka ia akan mengubah wajah, wajah akan berubah menjadi pahit dan getir...
(Pernahkah melihat wajah seperti itu?????)
Untuk itu, aQ akan melakukan pembaruan yang sangat menentukan bagi hidup. Yang akan membuat perbedaan. Apapun peran yang aQ miliki, aQ tidak hanya akan membidik....
Tapi juga menarik pelatuk, menarik busur dan lepaskan anak panah yang tertahan itu..
Baginya yang terpenting adalah menghabiskan hari-hari dengan mengisi waktu atau melaksanakan sesuatu. Kadang dia mengatakan "tidak ada lagi harapan buat yang lain"...
Padahal masih banyak tindakan yang bisa dilakukan agar segalanya jadi lebih jelas dan baik. Tetapi dia tidak mau melakukannya, bahkan untuk memikirkannya pun enggan, apalagi tindakan nyata.
Ia lebih suka menunggu nasib baik yang akan datang padanya tiba-tiba, sambil berdoa tanpa berusaha dan melakukan evaluasi.
Kesempatan baginya seperti 'mimpi', ia tidak mau melakukan apa-apa sebelum orang lain melakukan tawaran dan janji, bahkan tidak pernah mencari peluang itu.
Sehari-hari yang dilakukannya adalah menyesali nasib, bukannya memikirkan tindakan apa yang harus diperbuat.
Jika ditanya, ia menjawab "saya sudah berusaha"... Padahal kerjanya hanya berleha-leha, nongkrong, bersantai, dengerin musik, ngelamun...
Itu semua terjadi karena ketiadaan visi dan keyakinan diri. Tidak ada tujuan yang jelas. Ia menutup suara hatinya sendiri untuk bangkit dan maju. Sedangkan suara hati tetap tidak akan mati, karena itu adalah energi dan karunia Ilahi.
Tetapi mengapa karunia itu tidak mau didayakan? Malah disimpan rapat-rapat di dasar hati.
Ia selalu membidik, tapi enggan menembak. Disisi lain, suara hatinya akan terus berteriak, semakin ditahan semakin sakit di dada. Dorongan energi untuk bangkit itu akan terus mencari jalan keluar, siapapun mencoba merintangi tidak akan tahan. Itu berasal dari Ilahi.
Apabila terus saja ditahan di dada, akan berubah menjadi dorongan yang mendesak hati. Apabila masih ditahan juga maka akan mendesak jantung. Masih ditahan juga, maka ia akan mengubah wajah, wajah akan berubah menjadi pahit dan getir...
(Pernahkah melihat wajah seperti itu?????)
Untuk itu, aQ akan melakukan pembaruan yang sangat menentukan bagi hidup. Yang akan membuat perbedaan. Apapun peran yang aQ miliki, aQ tidak hanya akan membidik....
Tapi juga menarik pelatuk, menarik busur dan lepaskan anak panah yang tertahan itu..
Takdir, Keberhasilan Atau Kegagalan Sesungguhya?
Selama ini banyak orang yang memahami takdir secara sepotong-sepotong, dan beranggapan bahwa keberhasilan atau kegagalan seseorang, semata-mata adalah takdir Tuhan. Secara prinsip, aQ setuju dengan pendapat ini. Namun tetap kita tidak akan boleh berhenti berpikir hanya sampai disitu.
Maksudnya bahwa sebelum mencapai keberhasilan atau mendapatkan kegagalan, adalah suatu proses yang mesti dilalui satu persatu.
Disinilah letak permasalahannya.........
Banyak yang mengambil jalan pintas dalam berpikir, langsung menilai dan mengharapkan hasilnya saja tanpa memperhatikan proses yang mesti dilalui sebelumnya.
Patut direnungi bahwa sebenarnya setiap proses tersebut juga memiliki takdir atau ketentuan sendiri-sendiri.
Hal itu yang jarang terbaca oleh kita sebelum mencapai takdir keberhasilan atau kegagalan sesungguhya.
Maksudnya bahwa sebelum mencapai keberhasilan atau mendapatkan kegagalan, adalah suatu proses yang mesti dilalui satu persatu.
Disinilah letak permasalahannya.........
Banyak yang mengambil jalan pintas dalam berpikir, langsung menilai dan mengharapkan hasilnya saja tanpa memperhatikan proses yang mesti dilalui sebelumnya.
Patut direnungi bahwa sebenarnya setiap proses tersebut juga memiliki takdir atau ketentuan sendiri-sendiri.
Hal itu yang jarang terbaca oleh kita sebelum mencapai takdir keberhasilan atau kegagalan sesungguhya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Jumat, 08 Januari 2010
Tentang HidupQ
aQ masih saja menunggu seseorang...
Seseorang yang aQ yakini akan segera datang...
Dengan membawa yang pasti akan aQ kenakan...
aQ masih saja merindukan seseorang...
Seseorang yang akan aQ ajak berdiskusi tentang kehidupan...
Yang tidak hanya mengajakQ bercinta,
hingga sampai nirwana...
aQ masih saja menunggu,,, Merindu seseorang...
Yang bisa aQ ajak bergerak... Bersama..
Merangkai hidup....
Membangun peradaban...
Jauh,,, Hingga ke masa depan nanti...
Seseorang yang aQ yakini akan segera datang...
Dengan membawa yang pasti akan aQ kenakan...
aQ masih saja merindukan seseorang...
Seseorang yang akan aQ ajak berdiskusi tentang kehidupan...
Yang tidak hanya mengajakQ bercinta,
hingga sampai nirwana...
aQ masih saja menunggu,,, Merindu seseorang...
Yang bisa aQ ajak bergerak... Bersama..
Merangkai hidup....
Membangun peradaban...
Jauh,,, Hingga ke masa depan nanti...
Pria Sederhana Itu
Sederhana saja,,,
Dia bilang dia mencintaiQ,,, Semalam...
Matanya teduh melihatQ,,,
Menunggu jawaban dariQ...
Tanpa sadar aQ melihatnya,,,
Melihat matanya lebih dalam,,,
Sesuatu yang belum pernah aQ lakukan sebelumnya,,
Karena menatap wajahnya saja biasanya aQ tidak berani,,,
Ia menatapQ dengan matanya yang sederhana juga,,,
Tersenyum menunggu jawaban atas hatiQ....
aQ belum berani mencintai setelah dulu pernah dikhianati seorang kekasih....
Tapi mata itu mengajakQ menyelami lebih pada kedalamannya,,
Seolah bertanya akankah dia melakukan hal yang sama seperti kekasihQ terdahulu...
Dan akhirnya senyum itu terbalas juga....
Oleh senyumQ....
Dia bilang dia mencintaiQ,,, Semalam...
Matanya teduh melihatQ,,,
Menunggu jawaban dariQ...
Tanpa sadar aQ melihatnya,,,
Melihat matanya lebih dalam,,,
Sesuatu yang belum pernah aQ lakukan sebelumnya,,
Karena menatap wajahnya saja biasanya aQ tidak berani,,,
Ia menatapQ dengan matanya yang sederhana juga,,,
Tersenyum menunggu jawaban atas hatiQ....
aQ belum berani mencintai setelah dulu pernah dikhianati seorang kekasih....
Tapi mata itu mengajakQ menyelami lebih pada kedalamannya,,
Seolah bertanya akankah dia melakukan hal yang sama seperti kekasihQ terdahulu...
Dan akhirnya senyum itu terbalas juga....
Oleh senyumQ....
aQ Diciptakan Sebagai Pengimajinasi
aQ tidak tahu ingin menulis apa? Karena yang akan tertulis nantinya terselip diantara harapan dan mimpi...
Apakah harapan itu akan tetap menjadi mimpi, atau mimpi yang terselubung sebuah harapan yang besar.
Tetaplah omong kosong jika belum dapat dikatakan nyata.
Mungkin ada pendapat lain yang mengatakan sesuatu dimulai dari sebuah usaha dan harapan... Tapi itu sudah aQ mulai sejak lama.
Namun yang aQ dapat sekarang hanyalah kejenuhan.
Jenuh untuk membaca isi hatiQ sendiri, jenuh untuk berpikir, dan jenuh untuk menulis apa yang aQ pikir.
Jika hanya itu, mungkin memang lebih baik aQ pergi dari dunia imajinasi ini.
Meski aQ sendiri tidak tahu dari mana asal semua ini...
Namun, jika ini adalah sesuatu yang tidak bisa aQ tolak, tak ada gunanya juga aQ menghindar...
Sebuah penyangkalan adalah mustahil..
Bahwa aQ diciptakan sebagai manusia yang suka berimajinasi!!!
Apakah harapan itu akan tetap menjadi mimpi, atau mimpi yang terselubung sebuah harapan yang besar.
Tetaplah omong kosong jika belum dapat dikatakan nyata.
Mungkin ada pendapat lain yang mengatakan sesuatu dimulai dari sebuah usaha dan harapan... Tapi itu sudah aQ mulai sejak lama.
Namun yang aQ dapat sekarang hanyalah kejenuhan.
Jenuh untuk membaca isi hatiQ sendiri, jenuh untuk berpikir, dan jenuh untuk menulis apa yang aQ pikir.
Jika hanya itu, mungkin memang lebih baik aQ pergi dari dunia imajinasi ini.
Meski aQ sendiri tidak tahu dari mana asal semua ini...
Namun, jika ini adalah sesuatu yang tidak bisa aQ tolak, tak ada gunanya juga aQ menghindar...
Sebuah penyangkalan adalah mustahil..
Bahwa aQ diciptakan sebagai manusia yang suka berimajinasi!!!
Make Life Slow And Show Must Go On
Kapankah akan datang saat itu?
Dimana aQ tidak perlu lagi risau akan segala hal yang berhubungan dengan masa depanQ.
Tentunya itu akan hadir disaat aQ sudah mengerti,
bahwa tidak ada yang perlu aQ risaukan dari hidup yang telah diaturNya.
Itu bisa terjadi nanti, yang tidak aQ ketahui kapan,
atau bahkan mungkin dimulai detik ini...
Asal saja aQ telah paham, bahwa hidup jangan dijadikan beban.
Make life slow and show must go on...
Dimana aQ tidak perlu lagi risau akan segala hal yang berhubungan dengan masa depanQ.
Tentunya itu akan hadir disaat aQ sudah mengerti,
bahwa tidak ada yang perlu aQ risaukan dari hidup yang telah diaturNya.
Itu bisa terjadi nanti, yang tidak aQ ketahui kapan,
atau bahkan mungkin dimulai detik ini...
Asal saja aQ telah paham, bahwa hidup jangan dijadikan beban.
Make life slow and show must go on...
Sajak Abstrak
Pergi jauh berkelana, karena benci dengan menetap.
Hilang tanpa jejak, karena misteri itu indah.
Selalu mencaci, karena hidup bagai serapah.
Pencarian tanpa ujung, karena terselubung gelap.
Hati rapuh dan merana, segala sendi kaku terperangkap.
Malang nian takdir terkuak, apa daya itu yang dinisbah.
Akhirnya pergi, bersama puing hati yang menjadi sampah.
Meski tetap berjuang, dengan mengkais sisa asa untuk menderap.
Nalar yang berjalan cepat, tak sebanding dengan apa yang terlihat.
Karena semua yang melihat, merasa diri paling bermartabat.
Akhirnya menjadi serba takut, dalam hidup yang kau buat kalut.
Hanya bisa berkutat, dengan apa yang diharuskan menjadi tabiat.
Hilang tanpa jejak, karena misteri itu indah.
Selalu mencaci, karena hidup bagai serapah.
Pencarian tanpa ujung, karena terselubung gelap.
Hati rapuh dan merana, segala sendi kaku terperangkap.
Malang nian takdir terkuak, apa daya itu yang dinisbah.
Akhirnya pergi, bersama puing hati yang menjadi sampah.
Meski tetap berjuang, dengan mengkais sisa asa untuk menderap.
Nalar yang berjalan cepat, tak sebanding dengan apa yang terlihat.
Karena semua yang melihat, merasa diri paling bermartabat.
Akhirnya menjadi serba takut, dalam hidup yang kau buat kalut.
Hanya bisa berkutat, dengan apa yang diharuskan menjadi tabiat.
Kata - Kata Yang aQ Nyanyikan Dengan Terbata - Bata
Wahai sobat, dengarkanlah syair kata-kata yang kunyanyikan dengan terbata-bata.
Bukan untuk mengumbar kata demi karya, tapi hanyalah daya dari aQ yang nestapa.
aQ memang tak pandai memainkan nada, tapi rasa yang membuat aQ bisa.
Tak perduli kalian bilang aQ gila, karena nanti juga kan sirna apa yang kalian hina…
Setelah tahu yang pantas dipuja adalah yang tak mengiba terhadap duka.
Sebenarnya aQ risih untuk bercerita tentang apa yang membuat aQ tersisih.
Karena ini hanya masalah situasi yang belum menerima kenyataan yang pasti.
Bahwa apa adanya aQ adalah pasti apa yang ada dalam pikiranQ sendiri.
Percuma kalian berisik jika hanya mencaci aQ yang memang pasti begini.
Tak ada guna berselisih karena kau, aQ dan kita pasti mati.
Wahai sobat, mungkin apa yang aQ rasa juga sama dengan yang kalian rasa.
Karena raga kita sama-sama muda dan pernah galau untuk mengartikan dunia.
Tapi yang utama adalah bagaimana cara kita menyimpan asa, yang dapat menjadi usaha untuk kita berjaya.
Jangan pedulikan makna maya dari dunia kita, yang lebih mengutamakan kasta ataupun harta.
Bahkan cinta dapat menjadi tipu daya demi puaskan dahaga durjana.
Tetaplah yakin sobat, agama yang utama.
Syair ini hanyalah apa yang aQ rasa di dalam hati,
aQ tulis sendiri agar dapat menemukan arti.
Sekali lagi… Janganlah kalian mencaci.
aQ bernyanyi hanya untuk menghibur diri.
Diri sendiri yang sedang mencari jati diri.
Semoga nurani dapat menghayati apa yang hakiki.
Bukan untuk mengumbar kata demi karya, tapi hanyalah daya dari aQ yang nestapa.
aQ memang tak pandai memainkan nada, tapi rasa yang membuat aQ bisa.
Tak perduli kalian bilang aQ gila, karena nanti juga kan sirna apa yang kalian hina…
Setelah tahu yang pantas dipuja adalah yang tak mengiba terhadap duka.
Sebenarnya aQ risih untuk bercerita tentang apa yang membuat aQ tersisih.
Karena ini hanya masalah situasi yang belum menerima kenyataan yang pasti.
Bahwa apa adanya aQ adalah pasti apa yang ada dalam pikiranQ sendiri.
Percuma kalian berisik jika hanya mencaci aQ yang memang pasti begini.
Tak ada guna berselisih karena kau, aQ dan kita pasti mati.
Wahai sobat, mungkin apa yang aQ rasa juga sama dengan yang kalian rasa.
Karena raga kita sama-sama muda dan pernah galau untuk mengartikan dunia.
Tapi yang utama adalah bagaimana cara kita menyimpan asa, yang dapat menjadi usaha untuk kita berjaya.
Jangan pedulikan makna maya dari dunia kita, yang lebih mengutamakan kasta ataupun harta.
Bahkan cinta dapat menjadi tipu daya demi puaskan dahaga durjana.
Tetaplah yakin sobat, agama yang utama.
Syair ini hanyalah apa yang aQ rasa di dalam hati,
aQ tulis sendiri agar dapat menemukan arti.
Sekali lagi… Janganlah kalian mencaci.
aQ bernyanyi hanya untuk menghibur diri.
Diri sendiri yang sedang mencari jati diri.
Semoga nurani dapat menghayati apa yang hakiki.
Tak Terkira...Tak Ada Yang Mengira
Tak terkira banyaknya kawan berbudi yang pergi,
bahkan cintaQ mati karena tak sanggup menderita dalam sunyi.
Mereka tak sudi dengan aQ yang begini,
penuh teka-teki yang terkadang aQ sendiri sulit memahami.
Lalu aQ berpikir...
Kenapa takdir menggiringQ secara pandir???
Hingga menyendiri untuk mencari jati diri secara getir.
Pantaslah jika hidupQ kini bagai kisah roman satir.
Tak ada yang mengira, aQ yang begini punya ilusi tingkat tinggi.
Di urat nadi mengalir darah sang pengimajinasi.
Lalu... Kalian pikir aQ senang begini???
Terus bermimpi dan menjadi manusia yang tak pasti???
Teka-teki ini tidak boleh terus menjadi misteri,
karena takdir bukanlah untuk diratapi.
Orang yang punya banyak mimpi bukanlah manusia pandir!!
Karena dari mimpilah cita-cita besar itu akan hadir!!!
bahkan cintaQ mati karena tak sanggup menderita dalam sunyi.
Mereka tak sudi dengan aQ yang begini,
penuh teka-teki yang terkadang aQ sendiri sulit memahami.
Lalu aQ berpikir...
Kenapa takdir menggiringQ secara pandir???
Hingga menyendiri untuk mencari jati diri secara getir.
Pantaslah jika hidupQ kini bagai kisah roman satir.
Tak ada yang mengira, aQ yang begini punya ilusi tingkat tinggi.
Di urat nadi mengalir darah sang pengimajinasi.
Lalu... Kalian pikir aQ senang begini???
Terus bermimpi dan menjadi manusia yang tak pasti???
Teka-teki ini tidak boleh terus menjadi misteri,
karena takdir bukanlah untuk diratapi.
Orang yang punya banyak mimpi bukanlah manusia pandir!!
Karena dari mimpilah cita-cita besar itu akan hadir!!!
Meski Beda Rupa, Kasta Dan Agama
Kalian hanya membaca apa yang kalian raba dari muka...
Tapi sesungguhnya kalian buta untuk merasa pakai jiwa.
Segalanya asal terka, agar tercapai niat untuk mencerca,
bohong belaka untuk mencari fakta dalam nyata,
karena niat utama kalian tidak lebih untuk menghina.
Ada saja yang kalian cari supaya beda,
entah dari rupa, kasta, atau agama.
Yang akhirnya norma
kalian buat dengan segala rupa yang kalian bisa.
Yang beda dianggap tercela, lantas kalian mengumbar dusta biang cela.
Semakin lama keadaan ini semakin menganga,
kalian menggila di awang-awang dengan norma yang sebenarnya dosa yang kalian puja.
aQ bukan siapa-siapa dan tidak berasal dari mana-mana....
Tapi mataQ punya rasa untuk melihat mana yang pantas menjadi kawan.
Kawan yang tak peduli akan beda karena merasa semua sama.
Meski beda rupa, kasta dan agama, tapi itu bukan dosa.
Karena kita tetap manusia milikNya jua.
Tapi sesungguhnya kalian buta untuk merasa pakai jiwa.
Segalanya asal terka, agar tercapai niat untuk mencerca,
bohong belaka untuk mencari fakta dalam nyata,
karena niat utama kalian tidak lebih untuk menghina.
Ada saja yang kalian cari supaya beda,
entah dari rupa, kasta, atau agama.
Yang akhirnya norma
kalian buat dengan segala rupa yang kalian bisa.
Yang beda dianggap tercela, lantas kalian mengumbar dusta biang cela.
Semakin lama keadaan ini semakin menganga,
kalian menggila di awang-awang dengan norma yang sebenarnya dosa yang kalian puja.
aQ bukan siapa-siapa dan tidak berasal dari mana-mana....
Tapi mataQ punya rasa untuk melihat mana yang pantas menjadi kawan.
Kawan yang tak peduli akan beda karena merasa semua sama.
Meski beda rupa, kasta dan agama, tapi itu bukan dosa.
Karena kita tetap manusia milikNya jua.
Yang Bingung Ketika Menjalani Hidup
Banyak yang bingung ketika menjalani hidupnya.
Pagi mengangguk, sore menggeleng...
Maju-mundur sikap dan perilakunya.
Penuh keraguan tekadnya.
Jika berani, karena lupa.
Jika takut, karena tidak punya pegangan.
Kepercayaanya hanya pada otak,
tetapi perasaanya gersang.
Sebab kehilangan kiblat,
kemudian memaki sekenanya,
marah-marah sebisanya.
Pagi mengangguk, sore menggeleng...
Maju-mundur sikap dan perilakunya.
Penuh keraguan tekadnya.
Jika berani, karena lupa.
Jika takut, karena tidak punya pegangan.
Kepercayaanya hanya pada otak,
tetapi perasaanya gersang.
Sebab kehilangan kiblat,
kemudian memaki sekenanya,
marah-marah sebisanya.
Memang Mudah Kalau Hanya Memaki
Memang mudah kalau hanya memaki, mengumbar amarah, merasa benar sendiri, berpegang kepada akal tanpa memikirkan rasa.
Memang enak kalau hanya bicara untuk berbuat baik, yang sebenarnya tidak mudah.
Karena itu, jangan mudah mengobral kata.
Ingat, diri sendiri bisa menjadi korban jika keliru ucapan dan tindakan.
Untuk itu, tidak ada lagi asal buka mulut berdasarkan pikiran yang asal bertaut.
Hanya akan berakhir dengan jalan hidup yang terantuk-antuk
Masuklah ke dalam perasaanmu yang akan memimpin perjalanan menemukan yang sejati.
Memang enak kalau hanya bicara untuk berbuat baik, yang sebenarnya tidak mudah.
Karena itu, jangan mudah mengobral kata.
Ingat, diri sendiri bisa menjadi korban jika keliru ucapan dan tindakan.
Untuk itu, tidak ada lagi asal buka mulut berdasarkan pikiran yang asal bertaut.
Hanya akan berakhir dengan jalan hidup yang terantuk-antuk
Masuklah ke dalam perasaanmu yang akan memimpin perjalanan menemukan yang sejati.
Hanya Kau Yang Tahu Siapa Dan Bagaimana Dirimu
Hanya kau yang tahu siapa dan bagaimana dirimu.
Meski mereka mencaci seakan kamu adalah dungu.
Untuk apa terbelenggu dendam karena prasangka mereka yang semu?
Bukankah kemenangan bagi yang benar tak perlu diragu?
Wajar mereka terus berceloteh, karena mereka memang tak gagu.
Jika cercaan palsu itu tertuju kepadamu secara tak jemu,
Anggaplah angin lalu, tak perlu malu dan ragu untuk maju.
Ini bukan tulisan menggurui untuk memenangkan diri selalu.
Tapi ungkapan pembelaan bagi kita yang selalu dianggap tak perlu.
Namun tulisan ini memang hanya akan dianggap palsu dan berlalu,
jika hati kita ternyata memang sekeras batu,
yang sebenarnya memang dungu dan tak pantas membela diri yang palsu.
Namun jika sedikit saja bermakna di hatimu, berarti kata kita sama dalam kalbu.
Lihatlah juga, masih ada diantara kita yang kaku dan tak berani berseru,
jadi tak menentu dalam sikap dan dipermainkan waktu.
Untuk itu, jika dulu masih menyikapi hidup dengan galau, marilah sekarang bersama-sama memaknai hidup dengan jiwa yang baru.
Meski mereka mencaci seakan kamu adalah dungu.
Untuk apa terbelenggu dendam karena prasangka mereka yang semu?
Bukankah kemenangan bagi yang benar tak perlu diragu?
Wajar mereka terus berceloteh, karena mereka memang tak gagu.
Jika cercaan palsu itu tertuju kepadamu secara tak jemu,
Anggaplah angin lalu, tak perlu malu dan ragu untuk maju.
Ini bukan tulisan menggurui untuk memenangkan diri selalu.
Tapi ungkapan pembelaan bagi kita yang selalu dianggap tak perlu.
Namun tulisan ini memang hanya akan dianggap palsu dan berlalu,
jika hati kita ternyata memang sekeras batu,
yang sebenarnya memang dungu dan tak pantas membela diri yang palsu.
Namun jika sedikit saja bermakna di hatimu, berarti kata kita sama dalam kalbu.
Lihatlah juga, masih ada diantara kita yang kaku dan tak berani berseru,
jadi tak menentu dalam sikap dan dipermainkan waktu.
Untuk itu, jika dulu masih menyikapi hidup dengan galau, marilah sekarang bersama-sama memaknai hidup dengan jiwa yang baru.
Satu Titik
Dirimu memang hanya sekedar satu titik di dalam proses perubahan hidupQ, tetapi dirimu merupakan awal dari proses perubahan besar tersebut.
Hanya dengan orang yang tepat perubahan yang akan terjadi dapat berarti. Lantas hanya dengan perubahan yang demikianlah pastinya akan ada kehidupan yang bahagia.
Selanjutnya semoga aQ tinggal tersenyum melewati semuanya.
Inilah sebuah proses yang masih harus aQ lalui. Proses yang mungkin panjang atau singkat, tergantung kapan hadir kematangan jiwaQ.
Sebab sebenarnya dipundakQ sendiri Tuhan telah menitipkan nasibQ.
Tapi dari kenyataan yang aQ alami hingga sekarang, semuanya memang hanya drama yang harus aQ mainkan. Gonjang-ganjing kehidupan yang aQ alami berulang-ulang, sesungguhnya berasal dari satu skenario.
Tanpa mengubah skenario tersebut, sudah tentu aQ kembali memainkan cerita yang sama, kemudian kembali terpuruk. Disinilah kesalahan. aQ tidak belajar dari pengalaman, baik pengalamanQ atau orang lain.
Sebenarnya Tuhan tidak akan mengubah nasib jika hambaNya tidak mau berusaha mengubah nasibnya tersebut. Tiap perubahan tidak mungkin sekali jadi, tapi perubahan yang berjalan lambat juga dapat merugikan kita sebagai manusia. Karena itu harus ada evaluasi pada setiap langkah yang kita tapaki, bahkan sebelum kita melangkah.
Dan apabila kurang puas dengan perubahan yang sudah terjadi, harus ada upaya agar tidak tetap terpuruk dalam keadaan.
Memang inilah resiko hidup, yang terbaik belum tentu dapat tercapai. Masih ada interaksi nilai dan kepentingan yang menghasilkan norma yang harus disepakati.
Namun dibalik semua itu, tetap hak kita untuk berprilaku sesuai dengan jati diri kita. Karena aQ adalah aQ.
Hanya dari kedalaman jurang kejatuhan, aQ dapat melihat puncak kekuasaan.
Selalu berikan yang terbaik dan jangan putus asa.
Memang akan selalu ada yang membencimu, tapi mereka hanya akan menang apabila kita juga membencinya.
Dan dengan begitu kita hanya akan mengancurkan diri kita sendiri.
aQ akan berusaha sebaik mungkin dengan daya yang aQ bisa
Hanya dengan orang yang tepat perubahan yang akan terjadi dapat berarti. Lantas hanya dengan perubahan yang demikianlah pastinya akan ada kehidupan yang bahagia.
Selanjutnya semoga aQ tinggal tersenyum melewati semuanya.
Inilah sebuah proses yang masih harus aQ lalui. Proses yang mungkin panjang atau singkat, tergantung kapan hadir kematangan jiwaQ.
Sebab sebenarnya dipundakQ sendiri Tuhan telah menitipkan nasibQ.
Tapi dari kenyataan yang aQ alami hingga sekarang, semuanya memang hanya drama yang harus aQ mainkan. Gonjang-ganjing kehidupan yang aQ alami berulang-ulang, sesungguhnya berasal dari satu skenario.
Tanpa mengubah skenario tersebut, sudah tentu aQ kembali memainkan cerita yang sama, kemudian kembali terpuruk. Disinilah kesalahan. aQ tidak belajar dari pengalaman, baik pengalamanQ atau orang lain.
Sebenarnya Tuhan tidak akan mengubah nasib jika hambaNya tidak mau berusaha mengubah nasibnya tersebut. Tiap perubahan tidak mungkin sekali jadi, tapi perubahan yang berjalan lambat juga dapat merugikan kita sebagai manusia. Karena itu harus ada evaluasi pada setiap langkah yang kita tapaki, bahkan sebelum kita melangkah.
Dan apabila kurang puas dengan perubahan yang sudah terjadi, harus ada upaya agar tidak tetap terpuruk dalam keadaan.
Memang inilah resiko hidup, yang terbaik belum tentu dapat tercapai. Masih ada interaksi nilai dan kepentingan yang menghasilkan norma yang harus disepakati.
Namun dibalik semua itu, tetap hak kita untuk berprilaku sesuai dengan jati diri kita. Karena aQ adalah aQ.
Hanya dari kedalaman jurang kejatuhan, aQ dapat melihat puncak kekuasaan.
Selalu berikan yang terbaik dan jangan putus asa.
Memang akan selalu ada yang membencimu, tapi mereka hanya akan menang apabila kita juga membencinya.
Dan dengan begitu kita hanya akan mengancurkan diri kita sendiri.
aQ akan berusaha sebaik mungkin dengan daya yang aQ bisa
Apa Yang Dikatakan Manusia Lain Di Atas Pemakaman Kita Nanti????
Orang yang terdorong untuk meraih prestasi selalu mencari jalan untuk menemukan sukses tersebut. Bagi kebanyakan orang, yang dimaksudkan adalah uang. Mereka sering mengatakan bahwa uang begitu penting, raja dunia.
Sebenarnya berlimpah uang atau keberhasilan di dunia itu, hanyalah sukses yang belum tuntas. Sebab coba kita renungkan kalimat ini...
" Apa yang dikatakan manusia lain di atas pemakaman kita nanti, adalah saat kita akan menemukan jawaban, apakah selama di dunia kita telah benar-benar sukses atau tidak sama sekali".
Bukan hanya kemasyuran, prestasi, uang yang menjadi dinding yang paling tepat untuk kita bersandar semasa hidup... Karena kita pasti akan kembali pada Allah yang satu.
Sebenarnya berlimpah uang atau keberhasilan di dunia itu, hanyalah sukses yang belum tuntas. Sebab coba kita renungkan kalimat ini...
" Apa yang dikatakan manusia lain di atas pemakaman kita nanti, adalah saat kita akan menemukan jawaban, apakah selama di dunia kita telah benar-benar sukses atau tidak sama sekali".
Bukan hanya kemasyuran, prestasi, uang yang menjadi dinding yang paling tepat untuk kita bersandar semasa hidup... Karena kita pasti akan kembali pada Allah yang satu.
Selalu Membidik, Tapi Enggan Menembak!!!
Begitu banyak orang yang terperosok pada kesibukan sehari-hari. Merasa bahwa dirinya telah bekerja keras, namun sebenarnya, "tidak kemana-mana". Adalah bahwa dia yang tidak memiliki tujuan yang jelas, hendak akan pergi kemana...
Baginya yang terpenting adalah menghabiskan hari-hari dengan mengisi waktu atau melaksanakan sesuatu. Kadang dia mengatakan "tidak ada lagi harapan buat yang lain"...
Padahal masih banyak tindakan yang bisa dilakukan agar segalanya jadi lebih jelas dan baik. Tetapi dia tidak mau melakukannya, bahkan untuk memikirkannya pun enggan, apalagi tindakan nyata.
Ia lebih suka menunggu nasib baik yang akan datang padanya tiba-tiba, sambil berdoa tanpa berusaha dan melakukan evaluasi.
Kesempatan baginya seperti 'mimpi', ia tidak mau melakukan apa-apa sebelum orang lain melakukan tawaran dan janji, bahkan tidak pernah mencari peluang itu.
Sehari-hari yang dilakukannya adalah menyesali nasib, bukannya memikirkan tindakan apa yang harus diperbuat.
Jika ditanya, ia menjawab "saya sudah berusaha"... Padahal kerjanya hanya berleha-leha, nongkrong, bersantai, dengerin musik, ngelamun...
Itu semua terjadi karena ketiadaan visi dan keyakinan diri. Tidak ada tujuan yang jelas. Ia menutup suara hatinya sendiri untuk bangkit dan maju. Sedangkan suara hati tetap tidak akan mati, karena itu adalah energi dan karunia Ilahi.
Tetapi mengapa karunia itu tidak mau didayakan? Malah disimpan rapat-rapat di dasar hati.
Ia selalu membidik, tapi enggan menembak. Disisi lain, suara hatinya akan terus berteriak, semakin ditahan semakin sakit di dada. Dorongan energi untuk bangkit itu akan terus mencari jalan keluar, siapapun mencoba merintangi tidak akan tahan. Itu berasal dari Ilahi.
Apabila terus saja ditahan di dada, akan berubah menjadi dorongan yang mendesak hati. Apabila masih ditahan juga maka akan mendesak jantung. Masih ditahan juga, maka ia akan mengubah wajah, wajah akan berubah menjadi pahit dan getir...
(Pernahkah melihat wajah seperti itu?????)
Untuk itu, aQ akan melakukan pembaruan yang sangat menentukan bagi hidup. Yang akan membuat perbedaan. Apapun peran yang aQ miliki, aQ tidak hanya akan membidik....
Tapi juga menarik pelatuk, menarik busur dan lepaskan anak panah yang tertahan itu..
Baginya yang terpenting adalah menghabiskan hari-hari dengan mengisi waktu atau melaksanakan sesuatu. Kadang dia mengatakan "tidak ada lagi harapan buat yang lain"...
Padahal masih banyak tindakan yang bisa dilakukan agar segalanya jadi lebih jelas dan baik. Tetapi dia tidak mau melakukannya, bahkan untuk memikirkannya pun enggan, apalagi tindakan nyata.
Ia lebih suka menunggu nasib baik yang akan datang padanya tiba-tiba, sambil berdoa tanpa berusaha dan melakukan evaluasi.
Kesempatan baginya seperti 'mimpi', ia tidak mau melakukan apa-apa sebelum orang lain melakukan tawaran dan janji, bahkan tidak pernah mencari peluang itu.
Sehari-hari yang dilakukannya adalah menyesali nasib, bukannya memikirkan tindakan apa yang harus diperbuat.
Jika ditanya, ia menjawab "saya sudah berusaha"... Padahal kerjanya hanya berleha-leha, nongkrong, bersantai, dengerin musik, ngelamun...
Itu semua terjadi karena ketiadaan visi dan keyakinan diri. Tidak ada tujuan yang jelas. Ia menutup suara hatinya sendiri untuk bangkit dan maju. Sedangkan suara hati tetap tidak akan mati, karena itu adalah energi dan karunia Ilahi.
Tetapi mengapa karunia itu tidak mau didayakan? Malah disimpan rapat-rapat di dasar hati.
Ia selalu membidik, tapi enggan menembak. Disisi lain, suara hatinya akan terus berteriak, semakin ditahan semakin sakit di dada. Dorongan energi untuk bangkit itu akan terus mencari jalan keluar, siapapun mencoba merintangi tidak akan tahan. Itu berasal dari Ilahi.
Apabila terus saja ditahan di dada, akan berubah menjadi dorongan yang mendesak hati. Apabila masih ditahan juga maka akan mendesak jantung. Masih ditahan juga, maka ia akan mengubah wajah, wajah akan berubah menjadi pahit dan getir...
(Pernahkah melihat wajah seperti itu?????)
Untuk itu, aQ akan melakukan pembaruan yang sangat menentukan bagi hidup. Yang akan membuat perbedaan. Apapun peran yang aQ miliki, aQ tidak hanya akan membidik....
Tapi juga menarik pelatuk, menarik busur dan lepaskan anak panah yang tertahan itu..
Takdir, Keberhasilan Atau Kegagalan Sesungguhya?
Selama ini banyak orang yang memahami takdir secara sepotong-sepotong, dan beranggapan bahwa keberhasilan atau kegagalan seseorang, semata-mata adalah takdir Tuhan. Secara prinsip, aQ setuju dengan pendapat ini. Namun tetap kita tidak akan boleh berhenti berpikir hanya sampai disitu.
Maksudnya bahwa sebelum mencapai keberhasilan atau mendapatkan kegagalan, adalah suatu proses yang mesti dilalui satu persatu.
Disinilah letak permasalahannya.........
Banyak yang mengambil jalan pintas dalam berpikir, langsung menilai dan mengharapkan hasilnya saja tanpa memperhatikan proses yang mesti dilalui sebelumnya.
Patut direnungi bahwa sebenarnya setiap proses tersebut juga memiliki takdir atau ketentuan sendiri-sendiri.
Hal itu yang jarang terbaca oleh kita sebelum mencapai takdir keberhasilan atau kegagalan sesungguhya.
Maksudnya bahwa sebelum mencapai keberhasilan atau mendapatkan kegagalan, adalah suatu proses yang mesti dilalui satu persatu.
Disinilah letak permasalahannya.........
Banyak yang mengambil jalan pintas dalam berpikir, langsung menilai dan mengharapkan hasilnya saja tanpa memperhatikan proses yang mesti dilalui sebelumnya.
Patut direnungi bahwa sebenarnya setiap proses tersebut juga memiliki takdir atau ketentuan sendiri-sendiri.
Hal itu yang jarang terbaca oleh kita sebelum mencapai takdir keberhasilan atau kegagalan sesungguhya.
Langganan:
Postingan (Atom)